Skip to main content

CaptainJack - Musuh Dalam Cermin

Aku
Hanyalah orang bodoh yang merasa pimtar
Pembohong yang mengaku jujur
Pengecut yang selalu sombong
Yang kufikirkan hanya diri sendiri
Tanpa perduli siapapun
Bahkan mreka yang memperhatikanku
Cermin membuatku
MUAK!!!

Apapun yang kulakukan selalu salah
Hanya gagal dan terus kalah
Kutantang diriku untuk berubah

Aku benci diriku
Semua sifatku
Aku benci diriku
Melebihi orang lain yang membenciku

Sosok dalam cermin,
Banggakah ketika kau berani melawan orang lain
Tapi,kau takut korbankan egomu
Menyerah pada kebusukanmu

Aku benci diriku
Kuingin muntah
Melihat diriku
Di dalam cermin yang kupecah
Aku benci diriku
Semua sifatku
Aku benci diriku
Melebihi orang lain yang
Benci diriku
Semua sifatku
Aku benci diriku
Melebihi orang lain yang
MEMBENCIKU!!!

Comments

Popular posts from this blog

Ruteng is the City

Ruteng.. kota kecil di timur Indonesia, tepatnya propinsi Nusa Tenggara Timur. namanya mungkin tidak familiar di telinga anda. tapi nama ini sangat melekat dalam hati kami. nama yang selalu menjadi alasan kenapa " bahagia itu sederhana "..  di ruteng anda tidak perlu menghabiskan uang untuk membeli AC, kami sudah punya AC alam yang akan membuat anda membutuhkan lebih banyak jaket dan selimut. Ruteng.. kadang kota kecil kami ini di sebut kota mati. tanya kenapa? bukan karena di apit oleh banyak kuburan atau hutan belantara yang luas, bukan juga karena kami kekurangan stok penghuni. tapi karena kota kami adalah "kota dingin". lho? apa korelasinya dengan kota mati? saking dinginnya kota kecil kami ini, pukul tujuh malam semua penghuni sudah berpacaran dengan selimut masing-masing dan bersiap ke pulau "kapuk". itu alasan kenapa pukul tujuh malam kota kami sudah sepi dari tanda-tanda kehidupan. yang ada hanya lampu-lampu rumah yang menyala sebagai ta...

Terlintaskah namaku dalam doamu?

Wahai kau pria dengan wajah teduh Apa kabarmu disana? Aku seperti biasa masih memikirkanmu Masih terpaku dengan angan-angan tentangmu Tentang wajah teduhmu yang tak berani kupandangi Wahai kau pria dengan wajah teduh Sudahkah kau tersenyum hari ini? Aku seperti biasa masih tersenyum setiap mengingatmu Masih hafal gurat indah wajahmu ketika tersenyum Tentang riangnya suaramu yang tak kulupakan Wahai kau pria dengan wajah teduh Sering hatiku ngilu setiap meniti lagi memori tentangmu Tapi bagaimana? Kita bahkan tak punya kenangan apa-apa bersama Hanya ada aku yang tak pernah sanggup menatapmu Hanya ada aku yang tak punya nyali menyapamu Wahai kau pria dengan wajah teduh Sudah ku membentak hati untuk berhenti Logikapun sudah susah payah menasehati Namun namamu seperti enggan pergi Bagaimana denganmu? Terlintaskah namaku dalam doamu? Ahh, kau begitu jauh di utara sana ~

GIVING UP BEFORE STAR

Pernah terbenak untuk menjadi penulis profesional, lalu berhenti karena belum bisa total. Dan semua impian itu akhirnya memudar. Menghilangkan dirinya sendiri.  Entah akan tumbuh lagi. Aku bahkan menyerah sebelum memulai. Berhenti sebelum berlari. Akankah selamanya begini? Menulislah meski hanya satu kalimat sehari, karena mungkin dengan menulis aku bisa kembali merenggut duniaku sendiri yang sudah terlanjur usang ~