Skip to main content

CaptainJack - Musuh Dalam Cermin

Aku
Hanyalah orang bodoh yang merasa pimtar
Pembohong yang mengaku jujur
Pengecut yang selalu sombong
Yang kufikirkan hanya diri sendiri
Tanpa perduli siapapun
Bahkan mreka yang memperhatikanku
Cermin membuatku
MUAK!!!

Apapun yang kulakukan selalu salah
Hanya gagal dan terus kalah
Kutantang diriku untuk berubah

Aku benci diriku
Semua sifatku
Aku benci diriku
Melebihi orang lain yang membenciku

Sosok dalam cermin,
Banggakah ketika kau berani melawan orang lain
Tapi,kau takut korbankan egomu
Menyerah pada kebusukanmu

Aku benci diriku
Kuingin muntah
Melihat diriku
Di dalam cermin yang kupecah
Aku benci diriku
Semua sifatku
Aku benci diriku
Melebihi orang lain yang
Benci diriku
Semua sifatku
Aku benci diriku
Melebihi orang lain yang
MEMBENCIKU!!!

Comments

Popular posts from this blog

Memantaskan Diri

Kau terlihat jauh Bukan, bukan karena jarak Cahaya senjapun paham jarak kita memang jauh Tapi.. Yang membuatmu terlihat jauh adalah.. Aku Dzolim rasanya jika aku jatuh hati padamu Sebab kau pantas dapatkan yang lebih baik dari aku Sungguh pantas.. Logikaku sudah menasehati hatiku untuk menyerah mengharapkanmu Namun hatiku sungguh bebal Hatiku ingin berjuang Lalu.. Hatiku menuntun logikaku untuk berjanji Untuk memantaskan diri Untuk pantas bersamamu Kini.. Aku sedang berproses Memantaskan diri Menjadi lebih baik Aku sedang merayu Sang Pemilik Hati ~

Terlintaskah namaku dalam doamu?

Wahai kau pria dengan wajah teduh Apa kabarmu disana? Aku seperti biasa masih memikirkanmu Masih terpaku dengan angan-angan tentangmu Tentang wajah teduhmu yang tak berani kupandangi Wahai kau pria dengan wajah teduh Sudahkah kau tersenyum hari ini? Aku seperti biasa masih tersenyum setiap mengingatmu Masih hafal gurat indah wajahmu ketika tersenyum Tentang riangnya suaramu yang tak kulupakan Wahai kau pria dengan wajah teduh Sering hatiku ngilu setiap meniti lagi memori tentangmu Tapi bagaimana? Kita bahkan tak punya kenangan apa-apa bersama Hanya ada aku yang tak pernah sanggup menatapmu Hanya ada aku yang tak punya nyali menyapamu Wahai kau pria dengan wajah teduh Sudah ku membentak hati untuk berhenti Logikapun sudah susah payah menasehati Namun namamu seperti enggan pergi Bagaimana denganmu? Terlintaskah namaku dalam doamu? Ahh, kau begitu jauh di utara sana ~