Skip to main content

Sejak Pertama Dia Tersenyum

Jika kau tanya padaku, apakah aku mengenalnya?
Ya, hanya sebatas tahu namanya.
Hanya sebatas tahu asalnya.
Hanya sebatas tahu tempat kuliahnya.
Selebihnya? Aku tak tahu...

Pernah bicara dengannya?
Kalau percakapan saat dia menanyakan tempat wudhu itu di hitung.
Atau saat dia mengingatkan resleting tasku yang terbuka juga di hitung.
Atau saat dia menanyakanku tentang perkembangan laporan itu di pertimbangkan.
Maka ya aku pernah bicara dengannya.

Lalu bagaimana bisa mengaguminya sedalam ini?
Entahlah.
Kagum itu hanya muncul begitu saja.
Saat pertama dia datang waktu itu aku sudah jatuh hati.
Saat pertama dengar suaranya.
Sejak dia tersenyum ~

Comments

Popular posts from this blog

"Flower with Wardah"

diam, tidak bersuara tetapi terus memancarkan keindahannya tidak meminta untuk di temukan tetapi selalu di cari itulah "bunga" meski di tepi jalan dia tetap terlihat menawan foto ini di ambil di depan kontrakan "Rambo" kontrakan anak-anak komodo yang baru setelah di usir dari Klono fotografernya ya biasa, abang Wahyu Purnama yang bisa di bayar pake senyum :) awal mulanya, ketika ikut workshop Wardah di UPN bersama gentong, kak tian dan kak furi kami di mendandani diri sendiri yang hasilnya . . . . . cukup hancur untuk di katakn berhasil tapi ya untuk yang tidak hobby dandan seperti kami, hasil ini sudah cukup memuaskan jadi bersama gentong, kami merasa wajah kami yang hari itu bisa di katakan cantik perlu di abadikan dengan kamera profesional sehingga kami datang ke Rambo dan mengusik pak fotografer singkat cerita kami mulai bergaya di depan kontrakan dengan di saksikan banyak penonton yang mondat mandir lewat jalan itu dan berhubung kami sangat t...

CaptainJack - Musuh Dalam Cermin

Aku Hanyalah orang bodoh yang merasa pimtar Pembohong yang mengaku jujur Pengecut yang selalu sombong Yang kufikirkan hanya diri sendiri Tanpa perduli siapapun Bahkan mreka yang memperhatikanku Cermin membuatku MUAK!!! Apapun yang kulakukan selalu salah Hanya gagal dan terus kalah Kutantang diriku untuk berubah Aku benci diriku Semua sifatku Aku benci diriku Melebihi orang lain yang membenciku Sosok dalam cermin, Banggakah ketika kau berani melawan orang lain Tapi,kau takut korbankan egomu Menyerah pada kebusukanmu Aku benci diriku Kuingin muntah Melihat diriku Di dalam cermin yang kupecah Aku benci diriku Semua sifatku Aku benci diriku Melebihi orang lain yang Benci diriku Semua sifatku Aku benci diriku Melebihi orang lain yang MEMBENCIKU!!!

GIVING UP BEFORE STAR

Pernah terbenak untuk menjadi penulis profesional, lalu berhenti karena belum bisa total. Dan semua impian itu akhirnya memudar. Menghilangkan dirinya sendiri.  Entah akan tumbuh lagi. Aku bahkan menyerah sebelum memulai. Berhenti sebelum berlari. Akankah selamanya begini? Menulislah meski hanya satu kalimat sehari, karena mungkin dengan menulis aku bisa kembali merenggut duniaku sendiri yang sudah terlanjur usang ~