Skip to main content

Penyesalan Selau di Akhir Kisah - 1

Ingatkah kamu saat pertama kali kita bertemu?
Aku sudah sangat melupakannya
aku tidak ingat kapan dan dimana kita pertama kali bertemu
Yang aku tau saat itu kelas lima SD dan saat itu hari valentine
Ada kado
dan aku yang sangat sombong itu menolak menerima kado istimewa darimu
Lalu semua berubah
aku pergi jauh dari kota kecil kita dan meninggalkan semua cerita tentangmu

Saat aku kembali
Kau tidak pernah berubah
Masih seperti dulu
Masih menungguku
Saat itu aku masih mengira bahwa “ini hanya cinta monyetmu”

Lalu aku bersamamu
Berjalan bersama menuju arah yang tidak pasti
Dan  tiba-tiba untuk alasan yang tidak jelas aku meninggalkanmu
Pergi dan meninggalkan luka
Namun kau tidak meninggalkanku meski aku berlari menjauhimu
Kau ikut berlari bersamaku
Meski tanpa aku tahu

Kini saat dewasaku
Kau datang lagi dengan cara yang berbeda
Tidak dengan kekonyolan masa kecil kita
Kau datang dan mengingatkanku
Betapa jahatnya aku yang selalu tidak peduli dengan keadaanmu
Yang tidak menyadari kehadiranmu
Meski kau selalu ada

Dalam ketidaktahuanku
Kau masih tetap mendoakanku
Saat ini aku sadar betapa kejamnya aku

Maukah kau memaafkanku?
Maukah kau memaafkan gadis sombong ini, yang selalu tidak mempedulikanmu?
Masihkah aku bisa memperbaiki cerita masa lalu kita yang sudah terlanjur membeku?

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Memantaskan Diri

Kau terlihat jauh Bukan, bukan karena jarak Cahaya senjapun paham jarak kita memang jauh Tapi.. Yang membuatmu terlihat jauh adalah.. Aku Dzolim rasanya jika aku jatuh hati padamu Sebab kau pantas dapatkan yang lebih baik dari aku Sungguh pantas.. Logikaku sudah menasehati hatiku untuk menyerah mengharapkanmu Namun hatiku sungguh bebal Hatiku ingin berjuang Lalu.. Hatiku menuntun logikaku untuk berjanji Untuk memantaskan diri Untuk pantas bersamamu Kini.. Aku sedang berproses Memantaskan diri Menjadi lebih baik Aku sedang merayu Sang Pemilik Hati ~

Terlintaskah namaku dalam doamu?

Wahai kau pria dengan wajah teduh Apa kabarmu disana? Aku seperti biasa masih memikirkanmu Masih terpaku dengan angan-angan tentangmu Tentang wajah teduhmu yang tak berani kupandangi Wahai kau pria dengan wajah teduh Sudahkah kau tersenyum hari ini? Aku seperti biasa masih tersenyum setiap mengingatmu Masih hafal gurat indah wajahmu ketika tersenyum Tentang riangnya suaramu yang tak kulupakan Wahai kau pria dengan wajah teduh Sering hatiku ngilu setiap meniti lagi memori tentangmu Tapi bagaimana? Kita bahkan tak punya kenangan apa-apa bersama Hanya ada aku yang tak pernah sanggup menatapmu Hanya ada aku yang tak punya nyali menyapamu Wahai kau pria dengan wajah teduh Sudah ku membentak hati untuk berhenti Logikapun sudah susah payah menasehati Namun namamu seperti enggan pergi Bagaimana denganmu? Terlintaskah namaku dalam doamu? Ahh, kau begitu jauh di utara sana ~

CaptainJack - Musuh Dalam Cermin

Aku Hanyalah orang bodoh yang merasa pimtar Pembohong yang mengaku jujur Pengecut yang selalu sombong Yang kufikirkan hanya diri sendiri Tanpa perduli siapapun Bahkan mreka yang memperhatikanku Cermin membuatku MUAK!!! Apapun yang kulakukan selalu salah Hanya gagal dan terus kalah Kutantang diriku untuk berubah Aku benci diriku Semua sifatku Aku benci diriku Melebihi orang lain yang membenciku Sosok dalam cermin, Banggakah ketika kau berani melawan orang lain Tapi,kau takut korbankan egomu Menyerah pada kebusukanmu Aku benci diriku Kuingin muntah Melihat diriku Di dalam cermin yang kupecah Aku benci diriku Semua sifatku Aku benci diriku Melebihi orang lain yang Benci diriku Semua sifatku Aku benci diriku Melebihi orang lain yang MEMBENCIKU!!!